Purwojati, 26 Januari 2026 — SMP Muhammadiyah Purwojati secara resmi meluncurkan Website Resmi SMP Muhammadiyah Purwojati dalam rangkaian kegiatan Pengajian Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada Senin (26/1). Kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus inspiratif dengan menghadirkan Mas Dio Diadon, influencer nasional, animator serial Adit Sopo Jarwo, serta pembuat berbagai iklan terkenal di televisi.
Pengajian Isra’ Mi’raj yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan, wali murid, serta tamu undangan ini menjadi momen istimewa bagi SMP Muhammadiyah Purwojati. Tidak hanya sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan transformasi digital sekolah.
Peluncuran website sekolah secara simbolis disahkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwojati, Drs. H. Mulyanto, bersama Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M. Website resmi ini diharapkan menjadi pusat informasi sekolah yang transparan, informatif, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Drs. H. Mulyanto menyampaikan apresiasi atas langkah progresif SMP Muhammadiyah Purwojati dalam mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, kehadiran website resmi sekolah merupakan bagian dari dakwah digital Muhammadiyah serta upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa peluncuran website ini menjadi komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya kepada peserta didik, orang tua, serta masyarakat. Website tersebut akan memuat berbagai informasi penting seperti profil sekolah, kegiatan siswa, prestasi, hingga program unggulan sekolah.
Pengajian Isra’ Mi’raj yang diisi oleh Mas Dio Diadon berlangsung penuh antusias. Dalam ceramahnya, Mas Dio menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada para siswa tentang pentingnya meneladani nilai-nilai Isra’ Mi’raj, kreativitas, serta keberanian bermimpi besar di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
